Kurikulum 2013: Pramuka Jadi Kegiatan Wajib Ekstrakurikuler

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh menegaskan kurikulum 2013 akan dilaksanakan pada 15 Juli 2013. Ada rencana penambahan waktu dalam kurikulum baru dari 26 jam menjadi 30 jam seminggu, karena kewajiban ekstrakulikuler pramuka.

“Pramuka wajib di setiap sekolah, melalui pramuka NKRI akan terjaga secara utuh,” kata M Nuh dalam acara sosialisasi Kurikulum 2013 yang bertema ‘Kreatif Inovatif Karakter’ di Aula Dinas Pendidikan Jabar, Jalan Radjiman, Bandung, Sabtu (16/3).

Terkait anggaran, M Nuh meyakinkan tidak ada masalah karena Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah menyetujui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). “DPR sudah menyetujui DIPA Rp 73 triliun dan sudah diteken, di mana di dalamnya ada komponen kurikulum buku,” terangnya.

Mendikbud tengah merombak menjadi buku terpadu atau tematik integratif. Untuk Sekolah Dasar (SD) yang semula ada 10 menjadi berkurang. Baginya buku tidak akan menelan waktu lama untuk proses baik tender atau pun cetak.

“Kalau SD kelas 1 menjadi 8, kelas 4 ada 9, SMP dan SMA tentu jumlahnya jadi lebih banyak. Buku tinggal nyetak dan tender. InsyaAllah bisa kekejar. Tender cuma 45 hari. Percetakan dan distribusi 70 hari,” jelasnya.

Dia menilai kurikulum 2013 ini tak bisa ditunda-tunda lagi. Sebab perubahan kurikulum akan terus mengikuti perkembangan dunia yang terus mengalami kemajuan, sehingga perlu ada perbaikan kurikulum. Penerapan kurikulum baru ini diperuntukkan untuk SD kelas 1 dan 4, SMP Kelas VII dan SLTA kelas X, namun belum menyeluruh.

“Sisanya 70 persen bisa dituntaskan di 2015 dan 2016, pembagiannya juga akan proporsional. Misal di Jabar 10 ribu, kita ambil dulu 30 persennya,” jelasnya.

Mendikbud Muhammad Nuh menjelaskan akan dibuat segitiga utuh yaitu kurikuler, ekstrakurikuler, dan ko-kurikuler.

“Yang kita bangun di dalam Kurikulum 2013 ini segitiga utuh, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap,” tegas Mendikbud dalam konperensi pers seusai Rapat Terbatas Kabinet di kantor Presiden, Jakarta.pramuka _oke

Diingatkan Mendikbud Muhammad Nuh, membangun sikap tidak bisa dilakukan hanya di dalam kelas tetapi dibentuk melalui ekstrakurikuler dan ko-kurikuler. Untuk itulah, lanjut Mendikbud, Pramuka adalah salah satu kegiatan yang diwajibkan dalam ekstrakurikuler.

“Pramuka mengajarkan nilai leadership, kebersamaan, dan sudah menjadi bukan hanya fenomena Indonesia tetapi juga dunia,” kata M. Nuh

“Yang jelas kurikulum ini kurikulum yang ngganteng (bagus) baik dari sisi konsep sampai sisi isinya,” jelas Mendikbud.

Tidak Dihapus

Dalam situs www.kemdiknas.go.id, Mendikbud Muhammad Nuh membantah anggapan  bahwa jika Kurikulum 2013 diterapkan akan ada penghapusan beberapa mata pelajaran. Kekhawatiran ini dijawab Mendikbud Mohammad Nuh, bahwa tidak ada penghapusan mata pelajaran, yang ada hanya pengintegrasian mata pelajaran.

“Mata pelajaran IPA dan IPS di sekolah dasar (SD) diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Pengintegrasian ini dilakukan karena penting, serta menyesuaikan zaman yang terus mengalami perkembangan pesat,” kata Mendikbud

Menurut Mendikbud Muhamma Nuh, hadirnya kurikulum baru bukan berarti kurikulum lama tidak bagus. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. “Pergeseran paradigma belajar abad 21 dan kerangka kompetensi abad 21 menjadi pijakan di dalam pengembangan kurikulum 2013,” ujar Muhammad Nuh.

Pramuka Mempunyai Peran Penting dalam Pendidikan Karakter

Pramuka merupakan gerakan kepanduan di Indonesia yang tetap eksis sejak jaman sebelum kemerdekaan sampai sekarang. Kiprahnya di Indonesia semakin kuat dengan lahirnya Undang-undang tentang Kepramukaan.

Arah gerakan Pramuka dapat dilihat dari syair lagu Hymne Pramuka :

Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku Kudarmakan
Darmaku kubaktikan
Agar Jaya Indonesia
Indonesia Tanah Airku
Kami jadi pandumu

Dari lagu tersebut diketahui Pramuka hendak dijadikan kader pembangunan yang bermoral Pancasila.

Melihat arah gerakan Pramuka yang hendak menjadikan kader pembangunan yang bermoral Pancasila, sungguh mempunyai peran yang sangat strategis bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Kader pembangunan berarti Pramuka ikut berperan serta aktif dalam kegiatan pembangunan dan juga bersama-sama dengan itu berperan aktif dalam menumbuhkan tunas-tunas bangsa (perkaderan).

Bermoral Pancasila berarti Pramuka membentuk manusia khas Indonesia yang bermoral berdasarkan Pancasila. Manusia khas Indonesia berarti manusia yang hidup di bumi Indonesia dengan segala latar belakang sosial dan budayanya. Bermoral Pancasila berarti ber-Ketuhanan, berkemanusiaan, menjaga persatuan, bergotong royong, berkeadilan sosial.

Namun demikian kenyataan di lapangan mengenai gerakan Pramuka terkadang cukup memprihatinkan. Seragam Pramuka yang dikenal juga dengan Korjasena memang telah memasyarakat, namun demikian seragam tersebut belum tentu menjadi kebanggaan bagi setiap generasi muda Indonesia.

Di sekolah-sekolah, banyak sekolah yang menjadikan Pramuka sebagai kegiatan wajib bagi peserta didik. Meskipun telah diwajibkan, Pramuka belum menjadi kegiatan favorit bagi generasi muda kita. Kegiatan-kegiatan Kepramukaan yang ada banyak yang masih terkesan formalitas semata.

Jika kegiatan kepramukaan tidak menjadi kegiatan wajib di sekolah-sekolah bisa jadi banyak yang tidak memilih Pramuka. Bisa jadi generasi muda kita lebih suka hal-hal yang sedang populer, misalnya Facebook, Twitter, K-Pop, dan sebagainya. Ini merupakan tantangan bagi Pramuka ke depan. Bagaimana agar Pramuka bisa tetap diminati bagi generasi muda sesuai dengan jamannya.

Pendidikan Karakter

Pendidikan di Indonesia sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan dan memasyarakatkan pendidikan karakter. Berlatar degradasi moral, maka pemerintah perlu menyelamatkannya melalui pendidikan karakter.

Sebuah ironi di saat Pramuka yang penuh dengan pendidikan karakter sedang terus dihidupkan, sementara itu pendidikan karakter juga digencarkan. Pramuka sebagai gerakan moral Pancasila tentu sudah tidak diragukan lagi peranannya. Sedangkan pendidikan karakter merupakan hal yang masih kurang begitu jelas bentuknya. Sebelum digalakkan pendidikan karakter, sebenarnya pendidikan kita sudah menggalakkan pendidikan karakter. Bahkan jauh sebelumnya sudah ada sekolah-sekolah yang menjadikan pelajaran Budi Pekerti sebagai muatan lokal.

Dan akan menjadi sebuah paradoks yang memprihatinkan jika gerakan Pramuka kian luntur, sementara mulai dihidupkan kembali pendidikan karakter. Sesuatu yang banyak menguras energi kita semua tentunya.

Gerakan Pramuka idealnya menjadi salah satu penopang dari pendidikan karakter yang sangat strategis. Pramuka dapat dikatakan lengkap-lengkip baik teori maupun praktik dalam membentuk karakter manusia Indonesia. Manusia yang ber-Tuhan tanpa merasa benar sendiri. Manusia yang berkepribadian Indonesia. Manusia yang mengembangkan cinta kasih dan perdamaian. Manusia yang menjunjung tinggi Merah Putih.

Semangat Kebangsaan

Di antara arus globalisasi. Arus yang membawa beraneka limbah yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang luhur dan bersahaja.

Di antara berbagai persoalan sosial politik dan bidang lainnya di dalam negeri. Permasalahan yang terkadang dapat mengancam persatuan kesatuan, keamaan, kemajemukan bangsa.

Pramuka menjadi salah satu gerakan yang tetap konsisten dalam mejaga dan mengobarkan semangat kebangsaan. Api unggun yang kerap dinyalakan dalam kegiatan kepramukaan seakan menjadi lambang semangat kebangsaan yang senantiasa berkobar di bumi Indonesia.

………….
Kalau hari sudahlah petang
Tenang di hati datang
Waktu berapi unggun tiba
Saat bersuka ria

Kita duduk berlingkar-lingkaran
Tak ada mula akhirnya
Lingkaran persaudaraan
Kita kuat eratkan
………………………..(Lagu OAIO)

Salam Pramuka

Sumber: http://sosbud.kompasiana.com

Kegiatan Kwarran Bekasi Timur


LAPORAN KEGIATAN ANGGOTA PRAMUKA KWARRAN BEKASI TIMUR KOTA BEKASI TAHUN 2007-2010.

Kegiatan Kwartir Ranting Bekasi Timur

Periode Agustus – Desember 2007

  1. Kegiatan Anggota muda
  1. Golongan Siaga

1)   Kegiatan pengumpulan bantuan korban bencana alam Bengkulu dan sekitarnya dalam bentuk makanan Instans / mie instant melalui kwarran.

2)   Apel HUT  ke-46 Gerakan Pramuka di setiap pangkalan Gugus Depan pada tanggal 14 Agustus 2007.

  1. Golongan Penggalang

1)   Apel HUT Pramuka ke- 46 di Alun – alun Kota Bekasi dan disetiap pangkalan Gugus Depan dengan Pembina Mabigus

2)   Kegiatan perkemahan di Bina Bangsa Kota Bekasi diwakili 10 pangkalan setiap pangkalan 4 orang penggalang,didampingi andalan Kwarran Nambri Irawan, Irwan sanjaya,Nurhasanah , maryatun, Mario dan Andreas , tanggal 12 – 14 Agustus 2007.

3)   Kegiatan di Cibubur ,pangkalan SMP PGRI 1 Bekasi, tanggal 28 – 29 Agustus 2007.

4)   Perkemahan di pangkalan SDN Bekasi Jaya 4 denga Pembina Kak. Herri Hermansyah, tanggal 28 – 29 Agustus 2007.

5)   Kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu di SDN Margahayu XV dengan peserta 100 orang, Kak. M. Taufik H., kak,Yeti dan Mario A.

6)   Perkemahan Sabtu- Minggu,di pangkalan SDN Duren jaya VI, peserta 120 org tanggal 01 -02 September 2007, Kak, Mario, H.Karyadi Jaya, Andreas, Rukmansah dan Nambri Irawan.

7)   Kegiatan perkemahan Sabtu –Minggu tanggal 8 – 9 September 2007 diselenggarak oleh pangkalan:

  1. Aren Jaya IV dan V peserta 110 orang kakH.Karyadi.
  2. SDN Aren  Jaya XII peserta 80 orang kak.Juhaeri, Nambri.
  3. Pangkalan SMP Yanwar, pesereta 80 orang,Kak.Nambri.
  4. SMP Al-watoniyah, peserta 80 orang, Andreas.

8)   Kegiatan Perkemahan pangkalan SMP Tunas Harapan, peserta 200 orang bertempat di Buper Apiari Ragunan Jakarta, tanggal 7,8 dan 9 September 2007 Kak. H. Karyadi Jaya.

9)   Kegiatan pengumpulan bantuan peduli gempa Bengkulu melalui Kwarran, tanggal 27 September – 05 Oktober 2007, terkumpul Mie Instan sebanyak 26.214 bungkus, air mineral 2 dus,dll.

10)Kegiatan perkemahan SMP Bani saleh 1 di buper Mandala Kitri Cianjur/cibodas tanggal 03-05 Nopember 2007.

11)Kegiatan Perkemahan Pramuka Luar Biasa ( PPLB ) tingkat Nasional di Cibubur , 16 – 24 Nopember 2007 peserta dari SLB Citra mandala dan SLB Bekasi Jaya sebanyak 7 orang Pembina pendamping Kak. Engkay Karweti,S.Pd.

12)Kegiatan Perkemahan Jambore Sehat II Kota Bekasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi di Cibubur tanggal 30 Nopember – 01 Desember 2007, dari MTSN 1 Kota Bekasi senayak 20 Orang, pendamping kak. Ai, Hilal, Nambri Irawan, Engkay K., H. Karyadi Jaya, dan kak Mario.

13)Kegiatan perkemahan di Cibubur yang dilaksanakan oleh pangkalan SMPN 2 Bekasi, dihadiri oleh andalan ranting , H. Karyadi, Astarilo dan Nambri Irawan, tanggal 22- 23 Desember 2007.

14)Perkemahan pangkalan MTsN 1 Bekasi di Cibubur dihadiri oleh andalan ranting yaitu ; H. Karyadi Jaya, Nambri irawan dan Manurung, M.MPd. tanggal 22-23 Desember 2007.

15)Persami di Pangkalan SDN Duren Jaya 4, tanggal 22-23 Desember 2007 andalan yang dating H. Karyadi Jaya, Mario A.,M. Taufik Hidayat dan Irwan Sanjaya.

16)Kegiatan Wide Game yang dilaksanakan oleh Pangkalan SDS Cendrawasih Jaya tanggal 23 Desember 2007 andalan yang hadir Kak. Tunardi.

  1. Kegiatan Penegak dan Pandega

1)   Perkemahan pangkalan SMA PGRI 1 Bekasi, bertempat di Situ Gunung Sukabumi, pesereta 200 orang, Kak.Tri Helida, Nurhikmah.

2)   Apel HUT Pramuka ke- 46 di Alun – alun Kota Bekasi dan disetiap pangkalan Gugus Depan dengan Pembina Mabigus

3)   Giat Penegak di Kwarcak Kota Bekasi dari masing – masing pangkalan yang ada di Bekasi timur.

4)   Kegiatan pengumpulan bantuan korban bencana alam Bengkulu dan sekitarnya dalam bentuk makanan Instans / mie instant melalui kwarran.

5)   Kegiatan MUSPPANITRA luar biasa tanggal 17 Desember 2007 untuk memilih ketua DKR yang baru dan terpilih ketua yaitu Jaisman Filian dari pangkalan SMAN 1 Bekasi dan wakil ketua Junia dari Pangkalan ananda.

6)   Kegiatan KPDK di Cibubur yang ditugaskan 4 orang anggota DKR yakni : Jaisman F, Azza Prima Putra, Junia , dan Rohayati tanggal 21- 23 Desember 2007 di Cibubur.

2 . Kegiatan Anggota Dewasa

  1. Kegiatan pengumpulan bantuan korban bencana alam Bengkulu dan sekitarnya dalam bentuk makanan Instans / mie instant melalui kwarran.
  2. Apel HUT Pramuka ke- 46 di Alun – alun Kota Bekasi dengan Pembina upacara Wali Kota Bekasi dan Menerima Pandel Kwarran Tergiat II serta disetiap pangkalan Gugus Depan dengan Pembina Mabigus
  3. Pembinaan ke Gugus Depan persiapan SDK Penabur Bekasi dalam rangka penerbitan nomor Gudep, Kak H. Dawamini, Nambri Irawan, H. Karyadi Jaya.
  4. Kegiatan rapat kerja cabang di Balai Patriot Kota Bekasi , tanggal 14 september 2007, sambil buka puasa bersama, dihadiri oleh: H. Dawamini, Nurhasan ,Hj. Supinah,Sugeng, Nambri Irawan, Engkay K, Yeti,Runenda ( DKR )
  5. Buka puasa bersama dengan pengurus PGRI Cabang Bekasi Timur, K3 S dan UPTD Pembinaan TK/SD Kecamatan Bekasi Timur , tanggal 5 Oktober 2007
  6. Pitaran Pelatih se-Wilayah IV yang diselenggarakan di Buper Gunung Sangga Buana Loji Karawang tanggala 3 -4 Nopember 2007, yang mengikuti kegiatan H. Dawamini dan Waka Bina Wasa , Kak. Sugeng, SPd
  7. Pelantikan pengurus Kwarran mas bakti 2007 – 2010 dan anggota mabiran oleh Kak. Kwarcab Drs. H. Padlin Kamal,M.Si.di halam kantor Kelurahan Bekasi jaya tanggal 28 Nopember 2007  jam 08.30 WIB.
  8. Pelantikan  dan pengukuhan Gugus Depan 01299 -01300 Pangkalan SDK Penabur , H.Dawamini, Engkay, Karyadi, Nambri Irawan dengan Mabigus Sri Hartini ( Kepala Sekolah ).
  9. Kegiatan pertemuan andalan ranting, rutin bulanan tanggal 27 Desember 2007 di pangkalan SDN Duren Jaya 13. Continue reading ‘Kegiatan Kwarran Bekasi Timur’

UPACARA PEMBUKAAN DI SATUAN PRAMUKA PENGGALANG

  1. Pemeriksaan kebersihan dan kerapian setiap anggota regu oleh Komandan Regu.
  2. Regu petugas menyiapkan Perlengkapan Upacara.
  3. Pratama mengumpulkan anggota membentuk Angkare tepat di hadapan tiang bendera.
  4. Pratama maju ke depan menghadap peserta upacara.
  5. Komandan Regu memberi hormat kepada Pratama.
  6. Laporan masing-masing Pinru kepada Pratama.
  7. Pratama mengecek petugas-petugas upacara kemudian menjemput pembina penggalang. Kata Laporan yang diucapkan ” Apakah Kakak bersedia menjadi Pembina upacara ? sekaligus mempersilahkan pembina untuk maju dengan menggunakan isyarat tangan kanan”
  8. Pembina upacara mengambil tempat di hadapan pasukan, para pembantu pembina berada di belakang sebelah kiri pembina upacara dalam bentuk bersyaf.
  9. Pratama memimpin penghormatan dan melaporkan kesiapan peserta upacara.
  10. Pratama menyerahkan pasukan kepada pembina upacara kemudian kembali ke tempat asal.
  11. Pengibaran Sang Merah Putih atau Bendera Gerakan Pramuka oleh Petugas Upacara ( Penghormatan dipimpin oleh pembina upacara ). Catatan : Petugas Pengibar bendera berada di sebelah kanan Pembina Upacara!
  12. Pemandu Paduan Suara Mengambil posisi dengan maju satu langkah ke depan ( Pemandu Berada di sudut kiri pada barisan peserta upacara ). Catt: Bila pengibaran Bendera Merah Putih menggunakan lagu Indonesia Raya dan apabila pengibaran Bendera Gerakan Pramuka maka menggunakan lagu Hymne Gerakan Pramuka Indonesia.
  13. Pembacaan Pancasila oleh Pembina Upacara dan diikuti oleh peserta upacara
  14. Pembacaan Try Satya dan Dasa Dharma Pramuka dilakukan sepasang penggalang putra dan putri,Try Satya di sebelah kanan dan Dasa Dharma di sebelah kiri ( Petugas Try Satya dan Dasa Dharma di samping kiri pembina upacara )
  15. Kata pengantar Pembina Upacara tentang tema latihan hari ini dan sebagainya.
  16. Pembina Upacara memimpin Do’a menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.
  17. Pasukan diserahkan kepada Pratama untuk melanjutkan acara.
  18. Pratama memimpin penghormatan Pasukan kepada pembina upacara.
  19. Pembina Upacara mengucapkan terima kasih kepada para pembantunya dengan bersalaman terus siap melaksanakan latihan.
  20. Komandan Regu memberi hormat kepada Pratama.
  21. Pratama membubarkan barisan, terus siap mengikuti kegiatan latihan.

Kak Kwarnas lantik Pengurus Antar Waktu Dewan Kerja Nasional Masa Bakti 2008-2013

Kak Kwarnas melatik dan mengukuhkan pengurus antar waktu Dewan Kerja Nasional masa bakti 2008-2011 di gedung Kwarnas lantai 1, pada hari kamis, 21 Juli 2011 pukul 15.00 WIB. Dalam acara tersebut hadir Andalan Nasional dan Staf Kwarnas.

Kak Kwarnas menyampaikan bahwa atas nama Kwarnas Gerakan Pramuka saya ucapkan terima kasih kepada pengurus Dewan Kerja Nasional (DKN) periode yang lalu yang telah melaksanakan kegiatannya dengan baik sekali. Selanjutnya atasnama kwarnas saya menyampaikan selamat kepada adik-adik yang baru saja dilantik untuk melaksanakan tugas Dewan Kerja dengan sebaik-baik.

Seperti tadi diumumkan, Dewan Kerja ini khusus dibentuk untuk mencoba menginisiasi kegiatan kepramukaan kelompok penggalang dan pandega. Saya pikir pembentukan Dewan Kerja dikaitkan dengan tugas pokok tadi itu sangat relevan sekali, Kenapa? Pada saat ini banyak kemudahan-kemudahan dan termasuk kelompok penggalang dan pandega sangat kurang dan tidak banyak yang masuk dalam Gerakan Pramuka.

Kita memang konsentrasi pada siaga dan penggalang, dibutuhkan suatu pendekatan-pendekatan khusus sehingga temen-temen yang banyak saudara itu dapat ikutserta dalam kegiatan pramuka atau paling tidak mereka menghayati dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip kepramukaan dan untuk melaksanakan ini memang tidak mudah.

Saya mencoba memenuhi udangan dari recana-recana dari Universitas, memang disana banyak adik-adik penegak dan pandega. Saya pikir pembina recana seharusnya mendapat prioritas adik-adik sekalian, terlalu banyak yang kita kerjakan. Jadi perlu adik-adik pikirkan kira-kira program-program apa sehingga kegiatan recana itu bisa dilaksanakan sebaik-baiknya akan berdampak positif karena recana yang ada tidak berjalan optimal, tidak jelas, banyak hal kedudukannya, hubungannya dengan universitas, kegiatan dengan masyarakat luas khan ini harus dibahas dan dibicarakan tentu keputusan terakhir pembahasan itu akan diambil oleh kwarnas. sehingga hubungan antar Civitas akedimika dapat berjalan. Dan apa yang perlu kita lakukan agar komunikasi antar recana itu bisa terlaksana dengan baik. Apa yang perlu kita lakukan sehingga program-program di recana bisa dimonitor. Saya berharap kalau dapat DKN memberikan perhatian terhadap pembina recana. Karena ada potensi besar kalau kita tidak menggarap pemuda penegak dan pandega maka kita akan kehilangan banyak karena itu saya hasil kemarin dari yogyakarta saya mengharapkan mereka itu bisa mengkoordinir sendiri malah kalau bisa ada forum komunikasi dan itu mestinya akan ada hubungan erat dengan DKN. Bagaimana hubungan recana-recana daerah dengan Dewan Kerja daerah perlu mendapatkan perhatian saudara. Karena saat ini sudah mengerucut, misalnya di Universitas IAIN sudah punya hubungan, misalnya mereka sudah mengadakan perkemahan sendiri. Kita harus coba menggalinya. Saya minta ini dapat dipikirkan bagi adik-adik DKN sehingga kita dapat memiliki organisasi yang utuh mempersatukan dan kegiatan kepramukaan makin berkembang di universitas. Ini pertama yang saya harapkan.

Kedua, adik-adik sekalian diharapkan bisa turut membina baik tingkat siaga dan penggalang. Konsepnya apa yang perlu dilakukan. Sehingga dengan demikian keberadaan adik-adik terutama adalah golongan penegak dan pandega termasuk dewasa muda. Kalau DKN dapat merumuskan program-program kita tahu banyak sekali anak-anak kita sudah masuk kelompok penegak dan pandega kita bisa manfaatkan kejelasan peranan mereka. Menurut saya bukan kesalahan meraka tidak tahu apa-apa, tapi akibat tidak jelas peranan mereka. Kalau bisa menggali setiap peranan seorang pandega itu dalam kehidupan kemasyarakatan, dalam kehidupan kepramukaan, dan kehidupan bernegara dan sebagainya. Kita bisa melihat Gerakan Pramuka makin lama makin berkembang. Jadi ini perlu sekali adik pikirkan.

Ketiga, saya ingin adik-adik tidak hanya jadi tokoh Gerakan Pramuka aja, saya ingin adik-adik menjadi tokoh nasional, sekarang pamongnya sudah ada. Silahkan mengunakan kesempatan tersebut sebagai tokoh nasional. Padahal tokoh nasional yang ada dimasyrakat berangkat dari latar belakang organisasi kurang jelas jauh dari organiasi kita yang lebih teratur, yang punya program dan tujuan jelas kenapa kita kalah. Mungkin dulu tidak pernah terpikirkan mengorbitkan saudara menjadi tokoh nasional. Saya minta ini menjadi program kita, tidak hanya saudara ditingkat pusat tapi juga temen-temen saudara diberbagai daerah benar-benar menjadi tokoh daerah di bidang kepemudaan.

Sumber: Humas-Kwarnas Gerakan Pramuka

Contoh Pembuatan Papan Nama Gudep

Image Pembinaan Pramuka Belum Berubah?

Mendengar kata pramuka, orang tentu hanya ingat bulan Agustus, lantaran aktifitasnya nyaris hanya bisa dilihat masyarakat pada bulan tersebut. Sedang bulan-bulan lain kata pramuka seolah hanya menjadi pengisi satu sudut kecil kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, yang tidak semua Gugus Depan aktif melaksanakannya.

Ini hanya sekadar refleksi saja, pramuka memang organisasi yang dari zaman kolonial sampai zaman yang reformasi ‘diidolakan’ oleh pemerintah. Simak saja berbagai upaya yang membangun pramuka secara holistik, baik dari segi usia maupun instansi pemerintah. Semua siswa usia 7-25 tahun dikelompokkan dalam kategori peserta didik, 25 tahun ke atas pembina, dan mereka yang usia lanjut dihimpun dalam Hiprada dan Pandu Wreda.

Tidak ketinggalan, di berbagai instansi dari kelurahan sampai pusat, para Kepala Kelurahan/ Kepala Desa, Camat, Bupati/Walikota, Gubernur, Presiden tidak bisa ‘mengelak’ untuk menjadi pramuka. Kepolisian dengan Saka Bhayangkara, Angkatan Laut dengan Saka Bahari, Angkatan Udara dengan Saka Dirgantara, Kehutanan dengan Saka Wana Bakti, Kesehatan dengan Saka Bakti Husada, Keluarga Berencana dengan Saka Kencana, Pariwisata dengan Saka Pandu Wisata, dan Saka-saka lain yang merupakan manifestasi pramuka dalam upaya memberikan pendidikan bagi generasi muda.

Parpol Pramuka?
Pada pertemuan pembina pramuka, saya pernah berkelakar andai saja pramuka jadi ‘partai politik’ barangkali dapat memenangkan pemilu. Alasan nya sederhana lantaran secara keanggotaan semua orang sudah pernah menjadi pramuka dan merasakan betapa kegiatan pramuka penuh nuansa ‘ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana’.
Sudah saya tebak sebelumnya bahwa ide guyon tersebut tidak mendapat sambutan. Semua pembina pramuka yang hadir menyatakan tidak sependapat dengan apa yang saya lontarkan. Bahkan ada yang menggapai serius berdirinya pramuka bukan untuk menyusun kegiatan yang menjurus ke partai politik namun lebih terfokus kepada pembinaan generasi muda.

Dalam benak ‘umpan saya terpancing’. Apa yang saya lontarkan sebenarnya hanya sebuah pencerahan pemikiran lantaran sudah lama stakeholders pramuka hanya berpandangan homogen. Tidak pernah ada dinamika pemikiran yang merupakan refleksi dari perlunya pramuka untuk berwawasan ke depan memikirkan negeri Indonesia.

Dalam kondisi negara yang tidak menentu, apa yang dilakukan pramuka cenderung sama dengan kondisi negara sebelumnya. Simak saja berbagai kegiatan pramuka dari siaga, penggalang, penegak/ pandega, dan pembina selalu menampilkan aktivitas yang monoton. Para pembina pramuka hanya berpikir kegiatan pesta siaga, jambore, raimuna, dan karang pamitran dari zaman dulu sampai sekarang tanpa memiliki dinamika aktifitas yang heterogen.

Secara konsep sebenarnya tidak ada orang yang meragukan organisasi yang berlambang tunas kelapa tersebut. Hal ini lantaran keberadaannya cukup terbukti mampu mengakomodasi kekuatan dan aktifitasnya cenderung ‘baik’. Hampir tidak pernah ada berita di media mengenai tindak kejahatan dan kriminal yang berlabel pramuka.
Yang menjadi bahan renungan barangkali bukankah para pelaku tindak kejahatan tersebut ketika sekolah juga pernah menjadi anggota pramuka? Nilai apakah yang mereka serap dan teladani dari kegiatan pramuka? Bukankah pramuka selalu berkampanye dengan untaian lagu: ‘pramuka siapa yang punya, pramuka siapa yang punya, pramuka siapa yang punya, yang punya kita semua’. Kata ‘kita’ yang dimaksud adalah seluruh bangsa Indonesia.

Konsekuensi logis dari lagu tersebut adalah rasa handarbeni terhadap gerakan pramuka sehingga segala pikiran, ucapan, dan tindakan senantiasa berpedoman pada Tri Satya dan Dasa Darma. Realitas di lapangan belum sepenuhnya anggota gerakan pramuka mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut.
Lihat saja tayangan iklan di televisi dengan setting pramuka yang memamerkan produk sepatu terkenal, tanda-tanda /atribut pramuka yang dikenakan tidak benar, seperti pemasangan tanda pelantikan pramuka ‘laki-laki’. Hal serupa juga terulang pada penayangan sinetron Bidadari 2 yang mengambil setting kegiatan pramuka beberapa hari lalu.
“Bawa Laksana”
Sejujurnya, konsep ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana sangatlah cocok untuk negeri Indonesia, bukan ‘ikhlas harta demi kedudukan’. Hal menarik dari konsep tersebut semata-mata mengajak seluruh komponen bangsa agar memberikan setitik bakti untuk negeri ini, senantiasa teguh pada pendirian, dan menepati apa yang dikatakan.

Dalam etika Jawa dikenal satu ungkapan yang berbunyi sabda pandhita ratu, tan kena wola-wali, yang dapat dimaknai bahwa seorang pemimpin haruslah konsekuen untuk mewujudkan apa yang telah diucapkan. Kristalisasi dari ungkapan itu adalah perlunya pemimpin memiliki sifat bawa laksana. Dalam filsafat jawa, seorang raja (dan tentunya, demikian pulalah seorang pemimpin) harus memiliki sifat bawa laksana disamping sifat-sifat baik lainnya.
Ini tercermin dari ungkapan yang sering diucapkan Ki Dalang dalam setiap lakon wayang, yang berbunyi: dene utamaning nata, berbudi bawa laksana (sifat utama bagi seorang raja adalah bermurah hati dan teguh memegang janji).
Sifat bawa laksana dianggap mempunyai nilai yang sangat tinggi, sehingga ia harus dimenangkan apabila terjadi berbenturan dengan nilai-nilai lain, termasuk nilai-nilai keadilan dan kebenaran. Etika bawa laksana ini mengandung nilai yang bersifat universal. Di mana pun dan kapan pun juga, sikap tersebut pasti diakui sebagai mengandung nilai filsafat yang baik dan perlu dipegang teguh oleh semua orang.
Lantas, bagaimana dengan etika bawa laksana pemimpin negeri ini? Tanpa memberi komentar yang berlebihan, masyarakat barangkali sudah dapat memberikan penilaian terhadap kinerja para pemimpin negeri ini. Bercermin pada perilaku pramuka yang kental dengan nuansa ikhlas bakti bina bangsa dan berbudi bawa laksana agaknya dapat dijadikan pengobat kegelisahan negeri yang mendapat julukan zamrud katulistiwa.

‘Bersatu dalam Kebersamaan dan Bersama dalam Persatuan’ Gerakan Pramuka selayaknya menjadi pelopor perlunya merekatkan kembali nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa menuju terciptanya kebersamaan untuk membangun bangsa di tengah-tengah kehidupan yang mengglobal. Setidaknya ada beberapa hal yang patut direnungsarikan sebagai bekal gerakan pramuka dalam menjadi pelopor persatuan dan kesatuan bangsa.
Pertama, pertajam serangkaian kegiatan yang bernuansa persatuan secara spesifik dengan mengaktifkan kegiatan di gugus depan sebagai basis pembinaan generasi muda. Kegiatan bersifat beregu yang merupakan refleksi dari pentingnya kebersamaan perlu ditingkatkan lebih aplikatif sebagai wujud pengalaman Dasa Darma pramuka.

Kedua, konsisten dan disiplin dalam menjalankan tugas sebagai internalisasi dari semboyan pramuka: ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan intensitas kegiatan bakti, baik kepada sesama dan lingkungan sekitar sebagai bentuk pengalaman Dasa Darma ke-2, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

Ketiga, mengamalkan nilai-nilai luhur gerakan pramuka dalam kehidupan sehari-hari dan responsif terhadap berbagai fenomena yang terjadi di lapangan. Wujud nyatanya dengan berpikir, berucap, dan bertindak yang baik dalam selubung kehidupan yang pluralis. Selebihnya menindakkritisi berbagai gagasan-gagasan yang bersifat inovatif demi kemajuan pramuka di masa depan.

Keempat, senantiasa menjalin interaksi dan koordinasi dengan organisasi lain dalam upaya membangun negeri Indonesia. Hal ini didasari atas pentingnya kebersamaan selaras dengan pepatah: ‘Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh’ Kebersamaan tersebut juga dapat menepis asumsi sementara orang bahwa pramuka adalah organisasi yang dijadikan ‘anak emas’ pemerintah.

Sumber: http://persahabatanboyscout.blogspot.com dan perubahan seperlunya.

 


Translate Bahasa Inggris

Tri Bendera

Pengunjung Online

Presiden RI Pertama

Bung Karno
free counters

Pesan Terakhir Baden Powell Of Gilwel

Pandu-pandu sedunia yang tercinta! Sebelum akhir hayatku kian mendekat, tak ada salahnya aku berpesan kepada kalian sebagai tanda perpisahan dariku untuk selama-lamanya sebelum meninggalkan semuanya…. Ini merupakan pesanku yang terakhir, camkanlah baik-baik dalam hatimu. Cita-citaku sebagian sudah tercapai sehingga dapat dipetik hasilnya. Sebagian lagi yang belum tercapai mudah-mudahan oleh kalian bisa diteruskan sehingga bisa bermanfaat buat hidupmu. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Jika kalian meneliti alam sekeliling ciptaan Tuhan, niscaya akan menyadari bahwa sesungguhnya hidup ini penuh dengan keajaiban yang dapat menimbulkan kebaikan dan keindahan bagi kita. Lebih baik kita mengamati dan menikmati segala macam yang kita anggap baik dan indah daripada kita selalu mencari-cari hal yang jelek. Keinginan tiada lain, berusahalah kalian agar kelak bila saatnya tiba untuk mengembuskan napas terakhir harus dalam keadaan bahagia dan puas. Oleh karena itu, selama hidup di dunia gunakanlah waktumu sebaik-baiknya. Berikhtiarlah terus dengan penuh optimistis untuk mencari kebahagiaan di atas dunia ini. Itu semua sudah tercantum dalam pegangan hidup kita berupa Janji Pandu (Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka). Sekali kita mengucapkan Sumpah Setya, maka seumur hidup akan tetap seorang pandu. Tuhan akan memberikan perlindunganNya bila kita senantiasa berusaha dengan niat suci dan ikhlas. Salam terakhir dari sahabatmu,

RSS Berita Terkini

  • Kapan Pakai Nama Baru di Indonesia, Nokia? October 22, 2014
    Nokia Prancis telah membuka tabir brand baru untuk menggantikan 'Nokia' untuk produk smartphonenya, yakni Microsoft Lumia'. Lantas, kapan nama baru ini diadopsi di Indonesia?
  • Pesaing Fortuner dari Nissan Dibanderol Mulai Rp 385 jutaan October 22, 2014
    Persaingan SUV premium kian memanas, dan kini pesaing utama Fortuner dan Pejero sport dari Nissan yakni pathfinder. Siap dibanderol mulai US$ 30.395 atau setara dengan Rp 385 jutaan di Amerika.
  • Agar Tidak Bertengkar, Ini 5 Tips Traveling Bareng Sahabat October 22, 2014
    Traveling bareng sahabat pastilah sangat menyenangkan. Tapi nyatanya, tak jarang traveler yang berselisih karena semua hal dilakukan bersama-sama. Berikut 5 tips penting agar Anda dan sahabat terhindar dari pertengkaran.
  • James Wan Kembali Sutradarai 'The Conjuring 2' October 22, 2014
    James Wan adalah sosok yang paling berjasa atas kesuksesan film horor 'The Conjuring' yang berhasil menyedot keuntungan US$ 300 juta (Rp 3,6 triliun) dari bujet US$ 20 juta (Rp 240 miliar). Kini ia akan kembali untuk membawa cerita horor 'Conjuring' ke level yang lebih menegangkan.
  • Dishub: Pemilik Tak Wajib Lewat Operator untuk Remajakan Bajaj October 22, 2014
    Peremajaan bajaj yang dicanangkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta berjalan lambat karena terkendala beberapa hal. Oleh sebab itu Dishub DKI membuka mekanisme baru bagi pemilik bajaj terkait peremajaan kendaraannya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 178 other followers